Underline

"Memaafkan bukan berarti kalah. -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan. -Luhde" —Perahu Kertas by Dee
"Love is like raindrop. Coldly, it drenches me. Will i catch a cold that give me pain as that time again?" —Rain Drop, song by IU
"Never mind, i'll find someone like you. I wish nothing but the best for you" —Someone Like You, song by Adele
"I'll always love rain cause in the rain they don't know that i'm crying" —http://melancholika.wordpress.com
"Takdir orang emang gak selalu bagus, tapi semua itu ada saatnya"Shinta Putri Wulandari
"Mistery & curiosity are the keys to enjoy of being an admirer and being admired"Shitlicious


it's me!

Foto saya
Allah is my God-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have a nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more

Senin, 25 Agustus 2014

Takut salah

Setiap manusia pasti pernah merasakan ini, bahkan terus merasakannya. Sejak kecil, entah diajarkan atau tidak, budaya seperti ini mulai merasuki hingga kita dewasa. Takut salah. Ya, takut salah dibudidayakan sejak kita kecil. Seperti yang dikatakan sebelumnya, entah diajarkan atau tidak, entah di sengaja atau tidak, entah timbul dari mana, budaya ini terus mengikuti pertumbuhan kita. Apa yang menyebabkannya?

1. Melakukan satu kali kesalahan
Kenapa? Karena manusia pada dasarnya tidak mau jatuh kelubang yang sama. Karena manusia tidak ingin disamakan dengan keledai. Ketika mereka membuat satu kesalahan, mereka akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Namun, beberapa orang menanggapi satu kesalahan itu secara berlebihan. Sehingga mengakibatkan mereka lebih memilih diam, tidak melakukan apapun, agar tidak melakukan kesalahan itu lagi.

2. Trauma
Sejujurnya, saya tidak mengerti sama sekali tentang trauma dalam dunia medis. Yang saya lihat, sebagian orang yang membudidayakan takut salah karena mereka trauma. Mungkin trauma karena saat melakukan kesalahan mendapatkan respon buruk yang berlebihan, atau karena kesalahan itu membuatnya terluka. Sehingga budaya takut salah itu terus hinggap dalam dirinya.

3. Tidak percaya pada dirinya
Hal ke-3 ini sering disebut tidak PD. Percaya diri itu termasuk hal yang penting kita miliki dalam diri kita sendiri, namun jangan berlebihan. Karena jika berlebihan akan pindah sifat menjadi sombong. Ketika kita mulai menumbuhkan budaya takut salah, secara tidak langsung, tanpa disadari, kita mulai tidak percaya pada diri kita bahwa kita bisa, kita mampu memperbaiki kesalahan itu. Kesalahan itu bukan hanya untuk diratapi, bukan hanya untuk diingat, tapi juga untuk diperbaiki. Kalau kita tidak mau melakukan sesuatu hanya karen alasan "takut salah", maka sesungguhnya kita tidak percaya pada diri kita sendiri.

Itu adalah tiga hal yang menurut saya membuat budaya takut salah terus hinggap di diri kita. Di ketiga hal tersebut, saya selalu menuliskan kata "berlebihan", kenapa? Karena sebagian besar hal yang berlebihan itu tidak bagus di akhirnya. Sejujurnya, hal-hal yang disebutkan di atas adalah hal yang sedang saya alami sekarang. Saya menulis ini untuk memotivasi diri saya sendiri agar bisa menghilangkan ketiga hal tersebut. Bagaimana? True or false? Semua tergantung kalian yang menjalani :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar