Underline

"Memaafkan bukan berarti kalah. -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan. -Luhde" —Perahu Kertas by Dee
"Love is like raindrop. Coldly, it drenches me. Will i catch a cold that give me pain as that time again?" —Rain Drop, song by IU
"Never mind, i'll find someone like you. I wish nothing but the best for you" —Someone Like You, song by Adele
"I'll always love rain cause in the rain they don't know that i'm crying" —http://melancholika.wordpress.com
"Takdir orang emang gak selalu bagus, tapi semua itu ada saatnya"Shinta Putri Wulandari
"Mistery & curiosity are the keys to enjoy of being an admirer and being admired"Shitlicious


it's me!

Foto saya
Allah is my God-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have a nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more

Sabtu, 15 November 2014

keributan di pagi hari

Tadi pagi terjadi keributan. Tidak seperti keributan di depan istana merdeka, keributan ini relatif cukup kecil juga cukup menggemparkan. Apa aku harus menceritakan dengan detail kejadiannya? Ah, aku rasa tidak. Inti, keributan ini terjadi di satu ruang yang berisikan puluhan komputer, dan terjadi antara beberapa belas orang dengan beberapa anggota suatu institusi/organisasi. Kalau di tanya, sebagai apa di tempat itu, aku akan bingung menjawabnya. Disatu sisi, aku adalah teman dari beberapa belas orang itu tapi di sisi lain aku juga menjadi seperti beberapa anggota disana. Jujur, aku takut. Saat kejadian itu, aku hanya bisa diam, diam, dan diam. Ketika keributan mulai memuncak, detak jantungku semakin cepat berirama dan mulai tak beraturan. Tanganku gementar dan terasa membeku. Aku benci keributan. Aku bingung.  Ketika aku harusnya membela teman-temanku, hati kecilku menahan karena aku juga merasakan bagaimana menjadi anggota yang dilawan teman-temanku. Akhirnya aku tetap diam.

Pagi itu telah berakhir. Teman-temanku tidak ada yang mempermasalahkan tentang diamku. Namun, aku benar-benar merasa bersalah. Tapi aku tidak tahu harus merasa bersalah ke siapa. Sejujurnya, aku tidak setuju dengan cara teman-temanku membuat keributan. Tapi, aku juga tidak setuju dengan cara anggota itu berbicara, tanpa senyum tanpa ramah tamah. Tapi aku juga tahu bagaimana rasanya di posisi kedua belah pihak. Aku berharap hal ini tidak akan terjadi lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar