Halo kamu, ya kamu! Kamu, temanku yang sedang tidak baik-baik saja. Aku bingung untuk menyebutnya apa. Mungkin kamu tersakiti atau disakiti. Sampai sekarang aku blm mengetahui cerita sebenarnya dari pihak lainnya, bukan dari pihakmu. Apakah kamu sudah melepas kebencian itu? Aku rasa belum. Terlihat dari cara bicaramu dengannya, dan sikap cuekmu yang menyebalkan.
Ini tentang pertemanan kita, yang berhubungan dengannya. Aku ingin memperjelas semua, walaupun aku tahu jika kamu membaca ini, kamu akan berusaha memperkeruhnya. Karena setiap aku berusaha bicara denganmu tentang ini, kamu selalu tertawa sinis dan tak menghiraukannya.
Kamu tahu? Aku sangat lelah dengan sikap yang kamu tunjukan ketika kita- aku, kamu, dan dia- berkumpul. Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku sebal melihatnya. Tidak bisakah kamu lepaskan saja kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu? Jangan katakan kalau aku tidak bisa mengerti apa yang kamu rasakan. Aku sangat mengerti! Walaupun aku tidak terlibat di dalamnya, aku tetap mengerti rasa kesal, marah, dan sakit yang bercampur menjadi satu. Aku bukan ingin membela dia, tapi yang sebenarnya terjadi adalah dia tidak tahu apa-apa, dia tidak tahu bahwa kamulah yang lebih dahulu dekat dengannya. Dia tidak tahu kalau kamu juga menyimpan rasa yang sama untuknya. Hanya aku yang mengetahuinya. Sialnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku mohon untuk kamu, lepaskanlah rasa kebencian itu. Maafkanlah dia dengannya. Tidak bisakah semua kenangan kita bersama mengalahkan rasa kebencianmu? Toh mereka juga belum tentu bahagia kan?
Kamu jangan marah karena aku ikut campur tentang ini. Aku lakukan ini karena aku sangat sayang dengan pertemanan kita.
TTD
NK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar