Dear mamaku di dunia maya,
Hai, Kak ika, tukang pos kesayangan HIJK :). Bagaimana kabarnya hingga hari ke-15 ini? Lelahkah membaca puluhan surat setiap harinya? Pastinya lelah ya kak, tapi aku rasa lelah itu tidak akan terasa jika kita melakukan pekerjaan yang kita sukai. Bingung ya kak, sama surat ini. Ditujukan untuk "mamaku di dunia maya" tapi aku malah meyapa Kak ika. Atau sudah bisa menebak? Yak benar sekali, mamaku di dunia maya itu Kak ika :D
Kak Ika adalah tukang pos untuk HIJK. Seperti tukang pos yang lainnya, Kak Ika sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, bahkan sangat baik. Kak Ika tidak hanya meretweet surat-surat kami, tapi Kak Ika selalu mengomentarinya dengan beragam. Seperti halnya mamaku di rumah, Kak Ika selalu memberi semangat dari hari ke hari untuk kami, HIJK. Mungkin kami sudah seperti anaknya Kak Ika hihi. Kak Ika selalu membawa keceriaan untuk kami dan selalu membuat kami tersenyum. Mungkin, Kak Ika gak mau kalo di panggil "Mama Ika" oleh anak-anaknya HIJK, tapi di surat ini izinkan aku, salah satu anak Kak Ika, memanggil mama, ya? :D
Aku menulis surat ini bukan hanya untuk basa-basi, tapi aku ingin sedikit cerita. Boleh ya ma? Hanya sebentar kok :3
Namaku Nindya. Aku adalah seorang mahasiswi yang nyaris menyelesaikan semester 5, dan akan menginjak semester 6. Hobiku menulis, mendengarkan musik, dan mengkhayal. Diantara hobi yang aku sebutkan, hobi ke-3 lah yang sering aku lakukan. Hehe. Mama tahu? Aku merasa beruntung membuat username twitter dengan awalan "K", dan aku bisa mengenal mama Ika. Jika aku membuatnya dengan awalan "N", mungkin aku tidak sesemangat sekarang. Sahabatku, penulis surat cinta juga, menginginkan tukang posnya seperti mama, yang memberi komentar dan selalu menyemangati anak-anaknya. Kami tidak pernah bosan dengan komentar-komentar yang mama berikan. Bahkan bagiku, sebuah komentar itu menunjukkan bahwa surat-surat yang ditulis telah di baca dengan seksama (kalo bahasa anak sekarang "suratnya dianggep").
Sudah jelas ya ma, kalau kami terus menunggu komentar-komentar mama untuk surat kami. Mama boleh lelah membacanya, tapi aku mohon mama jangan jenuh ya untuk mengomentarinya. Sampai di sini dulu suratku ya, ma. Karena waktu sudah mendesak. Di lain hari aku akan bercerita lagi. Aku berdoa agar Allah memberikan mama kesehatan dan keceriaan setiap harinya. Mengenai memanggil "mama" aku janji selanjutnya akan memanggil "Kak Ika" lagi. Dadaaah :)
With love,
NK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar