Hai, kamu si pemilik senyum yang indah.
Apa kabarmu? Baikkah? Bagaimana kabar senyummu? Semakin indahkah? Setiap kamu tersenyum, tanpa disadari bibirku ikut menarik kedua sudutnya membentuk senyuman sepertimu. Jangan anggap aku berlebihan seperti itu, senyummu memang indah kok. Aku sama sekali tidak berbohong. Buktinya saat temanku melihat senyummu, dia spontan berteriak kecil kegirangan sambil memukul-mukul pundakku. Kamu tidak melihatnya karena ia berteriak saat kau sudah pergi. Sebenarnya aku jua ingin berteriak seperti itu tapi urung aku lakukan karena aku lebih mementingkan gengsi hehe. Kurang kuatkah buktinya? Apakah kekaguman seseorang membutuhkan bukti?
Ah... Berbicara tentang senyummu, aku menjadi semakin rindu senyum indah itu. Benar-benar tidak bisa ditampung lagi. Sejak kemarin aku selalu terbayang senyummu. Kapan kita akan bertemu lagi? Besok, lusa, bulan depan, atau tahun depan? Ah, hanya Tuhan yang tahu.
Ttd
NK

Kalau ketemu lagi, coba kakak kelitiki dia, liat dia ketawanya bagus ga? (Aku jgua penasaran soalnya) #eh
BalasHapus- Mike, petani yang nyambi jadi tukang pos sombong.
aih~ kak mike mah bukan tukang pos sombong tp tukang pos ganjen ke sesama *piece* *kabooor*
Hapusga perlu dikelitikin kak, orangnya gampang ketawa, dan ketawanya sangat menawan :p