Waktu menunjukkan pukul 08.30. Tersisa 30 menit lagi menujumu, UU. Area parkir, halaman, dan koridor-koridor kelas mulai dipenuhi orang-orang berpakaian formal -kemeja putih dan bawahan bahan berwarna hitam. Sambil menunggu, beberapa diantaranya tertunduk sambil memegang beberapa lembar kertas, entah sedang membaca atau sedang berdoa. Beberapa lainnya bercengkrama dengan kawannya sambil menyiapkan alat tulis. Ada yang terduduk diam sambil mengamati orang yang berlalu lalang. Ada pula yang duduk di anak tangga sambil mengepulkan asap rokok.
Lima belas menit lagi menuju pukul sembilan. Koridor kelas semakin sesak oleh mereka yang berpakaian putih-hitam. Suara-suara ribut yang saling menimpa dan asap rokok yang bertebangan menambah sesak koridor yang tidak begitu besar.
Ting nong ning nong...
Suara bel mengheningkan keributan di koridor selama beberapa detik. Mereka, si putih-hitam, yang sebagian besar duduk di samping pintu kelas bergegas berdiri di depan pintu kelas, seperti orang-orang yang ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Ada beberapa juga masih repot menyiapkan alat tulis, papan jalan, dan kartu. Tidak lama para pengawas mucul dari tangga dan memasuki ruang kelas masing-masing. Si putih-hitam membuntuti pengawas dan mengambil tempat duduk sesuai nomer masing-masing. Beberapa berwajah tegang, sisanya santai-santai saja. Pengawas membagikan soal dan kertas jawaban.
"Ya, Ujian Utama sudah bisa dimulai. Silakan disiapkan kartunya. Kerjakan dengan teliti. Selamat mengerjakan."
Kamu lihat, UU? Betapa merepotkannya dirimu tapi aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja karena kamu sangat penting. Maka, tolong permudah soal-soalmu, UU.
Wish me luck for tomorrow, UU pajak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar