Underline

"Memaafkan bukan berarti kalah. -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan. -Luhde" —Perahu Kertas by Dee
"Love is like raindrop. Coldly, it drenches me. Will i catch a cold that give me pain as that time again?" —Rain Drop, song by IU
"Never mind, i'll find someone like you. I wish nothing but the best for you" —Someone Like You, song by Adele
"I'll always love rain cause in the rain they don't know that i'm crying" —http://melancholika.wordpress.com
"Takdir orang emang gak selalu bagus, tapi semua itu ada saatnya"Shinta Putri Wulandari
"Mistery & curiosity are the keys to enjoy of being an admirer and being admired"Shitlicious


it's me!

Foto saya
Allah is my God-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have a nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more

Rabu, 19 Februari 2014

UU

Waktu menunjukkan pukul 08.30. Tersisa 30 menit lagi menujumu, UU. Area parkir, halaman, dan koridor-koridor kelas mulai dipenuhi orang-orang berpakaian formal -kemeja putih dan bawahan bahan berwarna hitam. Sambil menunggu, beberapa diantaranya tertunduk sambil memegang beberapa lembar kertas, entah sedang membaca atau sedang berdoa. Beberapa lainnya bercengkrama dengan kawannya sambil menyiapkan alat tulis. Ada yang terduduk diam sambil mengamati orang yang berlalu lalang. Ada pula yang duduk di anak tangga sambil mengepulkan asap rokok.

Lima belas menit lagi menuju pukul sembilan. Koridor kelas semakin sesak oleh mereka yang berpakaian putih-hitam. Suara-suara ribut yang saling menimpa dan asap rokok yang bertebangan menambah sesak koridor yang tidak begitu besar.

Ting nong ning nong...
Suara bel mengheningkan keributan di koridor selama beberapa detik. Mereka, si putih-hitam, yang sebagian besar duduk di samping pintu kelas bergegas berdiri di depan pintu kelas, seperti orang-orang yang ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Ada beberapa juga masih repot menyiapkan alat tulis, papan jalan, dan kartu. Tidak lama para pengawas mucul dari tangga dan memasuki ruang kelas masing-masing. Si putih-hitam membuntuti pengawas dan mengambil tempat duduk sesuai nomer masing-masing. Beberapa berwajah tegang, sisanya santai-santai saja. Pengawas membagikan soal dan kertas jawaban.

"Ya, Ujian Utama sudah bisa dimulai. Silakan disiapkan kartunya. Kerjakan dengan teliti. Selamat mengerjakan."

Kamu lihat, UU? Betapa merepotkannya dirimu tapi aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja karena kamu sangat penting. Maka, tolong permudah soal-soalmu, UU.

Wish me luck for tomorrow, UU pajak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar