Underline

"Memaafkan bukan berarti kalah. -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan. -Luhde" —Perahu Kertas by Dee
"Love is like raindrop. Coldly, it drenches me. Will i catch a cold that give me pain as that time again?" —Rain Drop, song by IU
"Never mind, i'll find someone like you. I wish nothing but the best for you" —Someone Like You, song by Adele
"I'll always love rain cause in the rain they don't know that i'm crying" —http://melancholika.wordpress.com
"Takdir orang emang gak selalu bagus, tapi semua itu ada saatnya"Shinta Putri Wulandari
"Mistery & curiosity are the keys to enjoy of being an admirer and being admired"Shitlicious


it's me!

Foto saya
Allah is my God-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have a nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more

Sabtu, 31 Agustus 2013

Wake up

Sekarang itu jaman udah canggih. Komunikasi jadi lebih mudah karena adanya fasilitas chatting atau telepon. Namun, kata beberapa orang, kecanggihan itu malah menjauhkan orang yang ada di sekitar kita dan mendekatkan orang yang tidak terjangkau. Right? I think it's true. Terbukti kok. Kadang alat-alat canggih yang sering kita sebut "Gadget" membuat kita lupa akan rumah yang kita diami dan orang-orang sekitar kita. Pernah gak ketika kita sedang serius dengan gadget kemudian diajak bicara dengan orang tua atau saudara di rumah jawaban yang pertama kita lontarkan "eh" atau "apa" atau bahkan kita tidak menjawab selama beberapa detik dan ketika pembicaraan sudah "hampir basi" baru kita gubris? Itu bukti dari pernyataan di atas.

Kadang "gadget" juga bikin kita (sengaja atau tidak) tidak peduli dengan keadaan sekitar terutama lingkungan rumah. Misal, ayah atau ibu kita minta tolong sesuatu dan pasti kita jawab "iya" tapi kita sama sekali tidak bergerak dari tempat. Atau, saudara kita sedang sibuk berberes, dan kita juga sedang sibuk dengan "gadget", tiba-tiba saudara kita berteriak "aduh", biasanya kita cuma diam saja bahkan teriakannya bisa saja tidak terdengar karena kita sedang asyik sendiri. Permisalan di atas membutikan bahwa rasa peduli yang ada di dalam diri kita semakin berkurang. Untuk apa kita mengikuti hal-hal yang berbau "peduli sesama" di socmed kalau sama orang tua dan saudara sendiri saja tidak ada perhatiannya, tidak ada kepeduliannya?

Bukan tidak boleh kita mengikuti arus kecanggihan teknologi jaman sekarang, tapi seharusnya kita berhati-hati agar tidak hanyut di arus tersebut. Jangan mentang-mentang gak mau "kudet" jadi tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik handphone pintarnya di genggem terus. Lepas deh beberapa saat dan liat sekelilingnya. Apa ada yang harus dibantu? Apa ada yang harus dikerjakan selain megangin "gadget"nya? Masih banyak kok hal yang lebih berguna untuk dikerjakan selain mantengin si "gadget" :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar