Kamu diam di tengah ributnya kelas ini. Hanya sesekali tawamu terlihat namun tak terdengar. Mungkin selang enam bangku adalah jarak terjauh hingga aku tidak dapat mendengar suaramu atau mungkin kamu yang terlalu bungkam?
Aku melihat kamu mulai menggerakkan kepalamu, melihat keadaan sekitar. Beberapa detik mata kami saling bertemu seperti yang sebelumnya terjadi, dan seperti biasanya aku segera membuang pandanganku, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Kenapa mata kami sering bertemu secara tidak sengaja? Ini sebuah pertanda atau karena aku terlalu sering memandangimu?
Kamu begitu misterius. Bahkan ketika kamu sedang duduk disampingku, kamu benar-benar mengunci bibirmu. Kadang aku mencoba memulai pembicaraan, namun gagal. Kamu hanya menanggapi sedikit mungkin. Apa yang harus aku tanyakan atas kemisteriusanmu? "Ada yang salah denganku?" Atau "Ada apa denganmu?"
Hari demi hari aku penuhi dengan memperhatikanmu secara diam-diam. Kamu tetap diam dengan wajah datarmu. Sampai kapan aku bisa memecahkan kemisteriusanmu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar