Underline

"Memaafkan bukan berarti kalah. -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? -Moses" —Remember When by Winna Efendi
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan. -Luhde" —Perahu Kertas by Dee
"Love is like raindrop. Coldly, it drenches me. Will i catch a cold that give me pain as that time again?" —Rain Drop, song by IU
"Never mind, i'll find someone like you. I wish nothing but the best for you" —Someone Like You, song by Adele
"I'll always love rain cause in the rain they don't know that i'm crying" —http://melancholika.wordpress.com
"Takdir orang emang gak selalu bagus, tapi semua itu ada saatnya"Shinta Putri Wulandari
"Mistery & curiosity are the keys to enjoy of being an admirer and being admired"Shitlicious


it's me!

Foto saya
Allah is my God-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have a nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more

Rabu, 12 Maret 2014

Teman Hidup

"Apa alasanmu?"
Pertanyaan pertama yang aku lontarkan saat Bimo menyatakan cintanya. Bagaimana tidak? Selama ini, dia tidak pantas aku sebut sedang "pedekate" denganku. Karena dia hanya bisa menganggu, mengganggu, dan menggangguku. Aku selalu dibuat kesal olehnya.

"Pernahkah kamu merasa gelisah ketika tidak bertemu dengan seseorang?" Tanyanya sambil memandangku dalam.

"Pernahkah kamu merasa duniamu gelap walaupun terdapat matahari dan lampu dimana-mana? Pernahkah kamu terus menerus menanti seseorang padahal menurut orang yang lain orang itu tidak penting?" Bimo terus bertanya. Mendiamkan gumamanku walau dalam hati.

"Aku pernah!" Teriakku dalam hati.
Meskipun Bimo selalu menggangguku, ia selalu ada dalam keadaan apapun. Ia selalu tersenyum menggangguku. Ia selalu menerangi hari-hariku. Aku ingat saat ia sedang sakit, aku merasa hilang. Walaupun bibirku mengucap senang, hatiku terasa sangat gelisah. Dan tanpa aku sadari, hatiku berdoa untuk kesembuhannya.

"Aku juga pernah. Saat aku tidak melihatmu dalam satu hari. Bagaimana denganmu?" Tanya Bimo dengan lembut. Aku mendangak melihat wajahnya.

"Maukah kau menjadi teman hidupku?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar