Yang tercinta,
Temanku tersayang (yang mengaku hampir gila karena masalahnya)
Halo, temanku. Kamu ga mau disebut namanya ya? Hm... Aku panggil "cantik" aja ya sesuai rupa dan hatimu. Cantik, maafkan aku. Saat ini aku sedang melakukan kegiatan yang menyita waktu banyak, jadi aku lama merespon ceritamu yang panjang. Tapi, tenang saja, aku tetap menyimak dan memikirkan keadaanmu. Aku juga sangat merasakan apa yang sedang kamu rasakan sekarang. Kalut.
Cantik, dari ceritamu, aku menyimpulkan bahwa akhir-akhir ini kamu sedang memikirkan dua orang yang berbeda. Satu orang yang sangat kamu sukai dan sangat kamu pedulikan, bisa aku sebut si A. Satu orang yang sangat menyukai kamu, dan sekarang menyandang sebagai kekasihmu, dan aku sebut dia si B. Kamu mengenal mereka dari satu organisasi, jadi intinya mereka adalah teman.
Kadang takdir memang seperti itu, cantik. Kamu menginginkan hati si A tapi sayangnya si A sudah terebut teman satu organisasimu. Dan malah si B yang membalas cintamu, padahal kamu tidak memberikannya. Kamu sadar, cantik? Posisi si B seperti kamu. Bertepuk sebelah tangan. Kamu menerima si B sebagai kekasih dengan janji untuk membuka hati, namun gagal. Aku tahu kenapa kamu tidak membalas perasaan si B. Karena kamu masih penasaran dengan si A walaupun sangat hancur. Karena kamu belum mengikhlaskan si A, dan kamu belum membuka pintu dihatimu.
Cantik, kamu bertanya padaku apa yang harus kamu lakukan. Kamu bilang kamu hampir gila karena dua orang itu, dan kamu mengaku kalau kamu salah mengambil keputusan dengan menerima si B. Aku sarankan kamu untuk jujur, tapi kamu takut dibenci teman organisasimu. Aku sarankan untuk dijalani saja, kamu terlihat seperti tersiksa. Jujur aku bingung.
Hm, bagaimana kalau kamu jujur saja pada si B, dan meminta keputusan untuk terus jalani atau diberhentikan hubunganmu?
Ttd
NK
(Aku harap hatimu cepat membaik, cantik)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar